Menikmati Keindahan Pelabuhan Ratu

Setelah menikah saya mempunyai keluarga baru dari istri yang tinggal di Sukabumi. Jalur mudik maupun balik Sukabumi – Bekasi salah satunya melewati pertigaan Cibadak yang kalau lewat jalan itu keluarga saya selalu bilang kalau belok kiri (kalau rute pulang ke Bekasi dan belok kanan kalau rute berangkat dari Bekasi) itu arah Pelabuhan Ratu. Saya cuma membayangkan bagaimana keindahan pantai yang terletak di pesisir selatan pulau Jawa itu. Kadang pun cuma googling gambar di google. Sad.

IMG_20150816_100648

Bebatuan di bibir pantai yang memperindah pemandangan

Beruntung akhirnya di ujung bulan Syawal kemarin kami beramai-ramai menuju ke pantai yang (mitosnya) dilarang pakai baju merah atau hijau ketika mendatanginya. Kami beramai-ramai berangkat dari Sukabumi menggunakan sebuah bus dan dua mobil pribadi karena penuh.

Continue reading →

Advertisements

Surga Pulau Belitung

Setelah “meledaknya” novel Laskar Pelangi yang merupakan karya penduduk asli Belitung, Andrea Hirata pulau Belitung ikut populer juga sebagai destinasi wisata. Saya termasuk yang penasaran dengan destinasi wisata yang tergambar dalam novel tersebut. Karena saya juga termasuk pembaca tetralogi Laskar Pelangi.

Tidak berlebihan memang sang penulis menggambarkan keindahan tempat asalnya sebagai latar dalam cerita di novelnya karena kenyataannya pemandangan alam di Belitung memang sangat indah memanjakan mata.

Warna biru air laut yang terdiri dari berbagai macam gradasi seperti turquoise, cyan, azure, hijau dan lain-lain. Kemudian pantai berpasir putih yang dipenuhi oleh bebatuan granit yang konon berusia ratusan juta tahun.

Daripada saya terlalu banyak bercerita mendingan langsung dinikmati saja gambar-gambar keindahan Belitung yang sempat saya abadikan ketika berkesempatan ke sana. 😀

Continue reading →

Ini tentang Kembali ke Jogja

Akhirnya kesampaian juga kembali ke Jogjakarta, kota penuh kenangan. Kalau tidak nekat, pasti belum tentu sempat. Niat awal menggunakan pesawat pas lagi ada promo tiket murah, eh belum ada dua minggu dapat kabar duka, maskapai ditutup! Tapi, demi niat apapun harus dituntaskan.. *tsah* Dan akhirnya kan sampai juga dengan cara lain, kereta api.

Dijemput teman saya yang paling cantik baik sedunia di stasiun. Sempat pangling karena dia tampak kurusan *harusnya ini ngga usah diposting kalo saya masih pingin bernapas sampe esok* dan tampak feminin. Mungkin, karena udah punya pacar ya jadi dandan pun tidak akan mubazir, hihihi… sampai mengantar ke penginapan di belakang jalan Malioboro, penginapan ini atas rekomendasi esge @sugiyanta yang ternyata sangat recommended untuk bekpeker berbudjet terbatas seperti sayah..  😀

Mengawali malam menyempatkan ke sekaten yaitu semacam pasar malam akbar dalam rangka memperingati perayaan Tahun Baru Islam sampai Maulid Nabi Muhammad SAW. Dan menyempatkan naik wahana “ombak banyu”. Ini karena dipaksa dua teman saya, sebelumnya saya berpikir cuma mau ambil foto-foto dalam suasana sekaten. Tapi, mereka berhasil membujuk rayu. Baiklah. *karena nggak sempet foto ombak banyu jadi foto jajanan khas pasar malam aja ya*

Continue reading →