Surga Pulau Belitung

Setelah “meledaknya” novel Laskar Pelangi yang merupakan karya penduduk asli Belitung, Andrea Hirata pulau Belitung ikut populer juga sebagai destinasi wisata. Saya termasuk yang penasaran dengan destinasi wisata yang tergambar dalam novel tersebut. Karena saya juga termasuk pembaca tetralogi Laskar Pelangi.

Tidak berlebihan memang sang penulis menggambarkan keindahan tempat asalnya sebagai latar dalam cerita di novelnya karena kenyataannya pemandangan alam di Belitung memang sangat indah memanjakan mata.

Warna biru air laut yang terdiri dari berbagai macam gradasi seperti turquoise, cyan, azure, hijau dan lain-lain. Kemudian pantai berpasir putih yang dipenuhi oleh bebatuan granit yang konon berusia ratusan juta tahun.

Daripada saya terlalu banyak bercerita mendingan langsung dinikmati saja gambar-gambar keindahan Belitung yang sempat saya abadikan ketika berkesempatan ke sana. πŸ˜€

Pantai Tanjung Tinggi atau Pantai Laskar Pelangi

Lebih dikenal sebagai Pantai Laskar Pelangi

IMG_6111

IMG_6161

Manusia sunset :-P

Manusia sunset πŸ˜›

Pantai Tanjung Tinggi sekarang lebih dikenal sebagai pantai Laskar Pelangi. Karena di pantai yang dipenuhi bebatuan granit besar ini syuting film Laskar Pelangi dilakukan. Air lautnya sangat jernih. Ombaknya tenang. Nyaman untuk bermain air. Tapi, perlu diwaspadai karena katanya ada ubur-ubur besar di sana. Di pinggir pantai tampak banyak warung-warung yang menjual makanan dengan menu utama seafood.

Pulau Lengkuas

Perahu-perahu untuk menyeberang

Perahu-perahu untuk menyeberang

Mampir snorkeling

Mampir snorkeling

Mercusuar

Mercusuar

Salah satu alasan tidak kapok naik tangga 18 lantai

Salah satu alasan tidak kapok naik tangga 18 lantai

Pemandangan dari lantai 18

Pemandangan dari lantai 18

Pulau Lengkuas mempunyai ciri khas yakni sebuah mercusuar peninggalan zaman penjajahan Belanda. Menara setinggi 70 meter ini memiliki 18 lantai dengan tangga dan anak tangga yang terbuat dari besi yang sudah mulai karatan. Terbayang bagaimana capeknya untuk mencapai puncaknya. Karena di sini tidak disediakan lift atau escalator :mrgreen:

Tetapi, imbalan yang didapat buat yang berani dan mampu memang sangat setimpal. Hamparan laut biru bening, bebatuan granit yang tampak seperti mutiara, segarnya hijau daun menyejukkan mata. Dan pengalaman lain yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. *halah*

Mie Atep

Belum lengkap rasanya berkunjung ke daerah lain tanpa mencicipi kuliner khasnya. Kuliner yang tersohor di pulau Belitung adalah Mie Atep. Mie yang konon disebut mie artis juga ini berupa mie kuning yang disajikan dengan taburan taoge, irisan timun, potongan tahu, potongan cakwe (?), potongan kentang rebus, emping melinjo yang disiram dengan kuah udang (sepertinya). Rasanya buat saya penggemar rasa gurih mie Atep ini terlalu manis. Tapi, namanya juga selera πŸ˜€

Mie Atep

Mie Atep

Sejak ramainya orang yang berbondong-bondong ke Belitung. Maskapai penerbangan pun gesit menyediakan tujuan ke sana. Tersedia 2 penerbangan Garuda Indonesia, 2 penerbangan Citilink, 4 penerbangan Sriwijaya Air dari Jakarta. Dan berdasarkan cerita orang yang menetap di sana nantinya akan ada penerbangan internasional dari Singapura dan Malaysia. Wow!

Jadi, kapan kalian ke Belitung? πŸ˜€

Advertisements

3 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s