#DearD, Tetap Bersamamu

Dear, D.

Lampu kedai kopi bahkan sudah dimatikan oleh pelayan. Kita masih betah duduk. Gelas-gelas kopi yang sudah mulai kosong pun diangkut kembali. Piring-piring berisi cemilan ringan saja yang masih tersisa di meja. Begitulah ketika kita dan sahabat kita berkumpul setelah lama tidak bertemu. Rasanya enggan sekali pulang.

Tawa-tawa ringan menyelilingi obrolan-obrolan kita malam itu. Sesekali masih membahas film yang baru saja kita tonton. Oya, kamu telat sekali hampir sejam setelah film diputar baru sampai. Pasti kena macet ya? Jakarta memang selalu bisa dua-tiga kali lebih macet dari hari biasanya ketika menjelang week end. Sepertinya semua orang Jakarta berpikiran sama dengan kita, setelah lima hari harus menguras otak dan memeras keringat maka malam itu saatnya bersenang-senang.

Akhirnya, kamu benar-benar cerita tentang buku sebuah coffee shop yang ditulis oleh lebih dari satu orang. Satu coffee shop dipandang dari beberapa sudut pandang tapi masing-masing masih berkaitan. Aku belum membacanya, tapi sudah sangat tertarik ketika mendengarkan secuil cerita darimu. Sayang, Putri mendahului meminjamnya. *cubit Putri*

Malam itu adalah bukti kita masih beserta kamu. Menyertaimu melewati hari setelah keputusan yang “berat” yang seperti kamu ceritakan kemarin. Kita akan selalu ada di sisimu membantu bangkit dan berjalan lagi.

Hubungi kami kalau butuh teman untuk sekedar mendengarkan. 🙂

Sincerely,

L

 

Advertisements

One Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s