Ini Obrolan di Warung Sate

Kadang menyendiri itu perlu dilakukan. Bukan karena bosan berkumpul dengan teman tempat kita biasa berhaha-hihi menceritakan kisah sehari-hari. Menceritakan kantor, gebetan, pacar hingga aib orang lain. Yang terakhir jangan ditiru ya. :p Karena sendiri kadang bisa menemukan sesuatu yang belum pernah kita dapatkan. Seperti kisah saya siang itu, selepas shalat Dzuhur.

Secara diam-diam saya meninggalkan teras mesjid setelah mengenakan sepatu tanpa berpamitan pada mereka. Karena pasti akan tercipta banyak pertanyaan yang saya cuma bisa jawab, “ke anu itu enggggggg…” Kasian kan kalau mereka hidupnya tidak tenang memikirkan temannya yang sedang bingung ini. *sok diperhatiin* hihihi..


Saya duduk manis di pojokkan warung sate yang punya catatan kaki, jarang sekali menemukan teman-teman di sana. Lha, kan niatnya mau sendiri jadi sangatlah bego kalau malah ke warung langganan. Kenapa dijelasin, Rudd?
Tetiba saya dihampiri teman yang cuma kenal sapa dan hapal wajah meskipun udah pernah berkenalan. Maaf, memori otak saya kurang bisa menampung nama orang yang kurang intens berhubungan dengan saya, kecuali Dian Sastro! *eh

Karena dia kemudian duduk di depan bangku saya, obrolan pun tak terelakan meskipun basa-basi. Basa-basi menjadi semakin tidak terelakan ketika mulai merasa sedikit nyambung. Sampai nyerempet ranah privasi sedikit, seperti teman dekat yang sudah kenal bertahun-tahun. Awalnya saya cuma mendengar ceritanya lalu kemudian sedikit menimpali. Sampai kemudian, JENG JENG JENG JENG..!!!

Dia : mas udah nikah belum tho?
Saya : belum. *sambil ngunyah sate*
Dia : maaf nih ya, umurnya berapa?
Saya : dua puluh *** *maaf ya dibintang biar misterius gitu* :-p
Dia : udah waktunya nikah, mas.
Saya : iya. dulu nikah muda?
Dia : engga juga. saya malah umur 30. *yes, gue masih lebih muda dong!!* #penting
Saya : yah, dulu pernah punya target, umur sekian. tapi pacaran ngga lancar, ya pasrah aja. hehehe
Dia : iya, mas. cuma kalau nikah telat  kasian nanti anak kita.
Saya : iya.
Dia : saya juga waktu itu langsung kejar tayang, lahir anak satu istri langsung hamil lagi.
Saya : he he he he..

Obrolan basa-basi yang ujungnya nyerempet sedikit ranah pribadi dengan orang yang kurang dikenal pun berakhir karena jarum jam menunjukkan waktu istirahat telah habis.  Omongannya persis seperti bapak saya, nikah telat kasian anak kita nantinya. Mereka masih butuh bermanja kita sudah renta. #jleb. Tapi, Tuhan punya rahasia sendiri kan? 😀

poto dari sini ya

Advertisements

One Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s