Bayar Pajak Kendaraan Sendiri

Sabtu kemarin (26 Agustus 2017) saya melakukan kewajiban bayar pajak atas kendaraan yang saya beli. Sebenarnya sebelum Sabtu kemarin saya sudah ke Samsat tepat pada masa berlaku STNK habis. Tapi ada drama kecil gegara e-KTP yang sampai sekarang belum ketauan kabarnya lagi. Husnudzan saja semoga segera rampung.

Kembalinya saya ke blog (Insya Allah istiqomah, yaela) akan membahas bagaimana cara membayar pajak sendiri tanpa “nyuruh” orang lain. Sebagaimana waktu itu saya pernah ngurusin daftar BPJS sendiri. Sekarang juga saya pengen tahu proses bayar pajak sendiri. 

Hal-hal yang harus disiapkan sebelum berangkat ke SAMSAT

  1.  Sarapan. Antrean di sana itu cukup melelahkan. Sarapan biar kuat nunggu panggilan antre.
  2. Membawa surat-surat penunjang bayar pajak seperti : BPKB, STNK, KTP/SIM, semuanya difotokopi. Rangkap 1 juga cukup. 
  3. Bawa perlengkapan lain seperti staplers dan pulpen.

Setelah surat-surat lengkap barulah berangkat ke Samsat. Kemudian :

  1. Mengisi form yang disediakan di sana. Formulir gratis. Cukup diisi bagian nomor kendaraan, merk, type, tahun, warna dan Nama dan Alamat pemilik. Tanda tangan di pojok kanan bawah.
  2. Serahkan form dan perlengkapan di loket Progresif. Di loket ini akan dicek ulang perlengkapannya. Tunggu panggilan, setelah itu ambil lagi berkas-berkas menuju loket berikutnya. 
  3. Loket berikutnya loket Pengesahan. Masukan berkas. Setelah disahkan, kita akan mendapatkan slip dengan kode nomor kendaraan kita di pojok kanan atas. 
  4. Langkah keempat, kita antre di kasir. Slip dari loket pengesahan jangan sampai hilang karena nanti kita tunjukan di kasir. Setelah membayar slip akan dikembalikan lagi dengan stempel SAMSAT bertanda kita udah lunas bayar. Slipnya jangan sampai hilang (diulang). Karena nanti akan digunakan untuk mengambil STNK baru di loket penyerahan
  5. Terakhir menunggu di loket penyerahan. Setelah nama dipanggil kita serahkan slip tanda sudah bayar. Kemudian, taraaa kita dapat STNK baru. 
  6. Selesai. 

Tuh kan sebenarnya ga ribet bayar pajak kendaraan sendiri. Kamu udah bayar pajak belum? 

Advertisements

Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

Bagi yang suka wisata sejarah saat di Bengkulu wajib hukumnya singgah di cagar budaya Rumah Pengasingan Bung Karno. Lokasinya strategis karena terletak di jantung kota Bengkulu.

image

Rumah dengan halaman luas yang konon merupakan saksi bisu kisah cinta Bung Karno dan Fatmawati itu strukturnya terbuat dari kayu. Terdiri dari lima ruangan, yakni 1 ruang tamu, 1 kamar tidur tamu, 2 kamar tidur keluarga dan 1 ruang kerja.

Ya, menurut sejarah di rumah inilah untuk pertama kalinya Bung Karno bertemu dengan ibu Fatmawati. Yang kemudian jatuh cinta dan menikah sehingga melahirkan 5 orang anak yang salah satunya Megawati Soekarnoputri.

image

Bung Karno tergambar hobi membaca terlihat dari buku-buku koleksi yang tersusun di lemari terkunci. Buku-buku koleksinya kebanyakan berbahasa Belanda. Selain itu, nampak di koridor rumah terdapat sepeda besi kuno.

Di bagian belakang terdapat sebuah sumur yang konon jika cuci muka dengan airnya kita akan menjadi semakin ganteng atau semakin cantik. ūüėÄ

Posted from WordPress for Android

Resto Ocean : Restoran (yang juga) Menjual Pemandangan Indah

Sewaktu berkesempatan ke Balikpapan saya sempat mampir dan menikmati hidangan di restoran seafood (yang katanya) berkelas premium. Disebut kelas premium karena pelayanannya sudah berkelas hotel. Didukung dengan penataan interior dan eksterior yang indah.

Selain menjual makanan yang menurut saya enak, restoran di kota minyak ini juga menjual pemandangan yang sangat indah, sebuah pantai dengan air yang bersih karena letaknya yang di tepi laut selat Makassar.¬† Continue reading →

Cotton Drops : (Yang) Lagi Kekinian di Bekasi

Gambar dari Google

Gerai yang lagi kekinian itu (Gambar dari Google)

Minggu sebelumnya saat berjalan menuju tempat parkir sempat terheran-heran melihat antrean mengular anak muda (kekinian) Bekasi di sebuah soft opening gerai makanan/minuman baru di Mall yang lokasinya dekat dengan fly over. Saya berhenti sejenak dan melihat nama gerai itu, Cotton Drops. Kalau sebelumnya keramaian biasanya terjadi di sebuah gerai es krim Turki. Tanpa membeli saya melanjutkan langkah ke tempat parkir. Hehe

Akhirnya, minggu kemarin saya berhasil mencicipi jajanan yang sedang kekinian itu. Tampilannya unik. Disajikan dalam bentuk botol dengan bubble yang mengambang yang bisa meletus kalo digigit dan di atasnya terdapat cotton candy¬†atau harum manis atau gulali¬†dengan warna-warna yang lembut.¬† Continue reading →

Menikmati Keindahan Pelabuhan Ratu

Setelah menikah saya mempunyai keluarga baru dari istri yang tinggal di Sukabumi. Jalur mudik maupun balik Sukabumi – Bekasi salah satunya melewati pertigaan Cibadak yang kalau lewat jalan itu keluarga saya selalu bilang kalau belok kiri (kalau rute pulang ke Bekasi dan belok kanan kalau rute berangkat dari Bekasi) itu arah Pelabuhan Ratu. Saya cuma membayangkan bagaimana keindahan pantai yang terletak di pesisir selatan pulau Jawa itu. Kadang pun cuma googling gambar di google. Sad.

IMG_20150816_100648

Bebatuan di bibir pantai yang memperindah pemandangan

Beruntung akhirnya di ujung bulan Syawal kemarin kami beramai-ramai menuju ke pantai yang (mitosnya) dilarang pakai baju merah atau hijau ketika mendatanginya. Kami beramai-ramai berangkat dari Sukabumi menggunakan sebuah bus dan dua mobil pribadi karena penuh.

Continue reading →

Mengurus Sendiri Pembuatan BPJS

Salah satu alasan cuti saya minggu kemarin adalah agar bisa mengurus pembuatan BPJS untuk istri dan anak sendiri tanpa bantuan orang lain atau calo yang katanya bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Saya sendiri sudah punya ASKES (sama saja dengan BPJS-sekarang) yang dibuat secara kolektif di tempat kerja saya dan waktu itu melalui pertolongan orang lain yang terkenal biasa berurusan dengan pembuatan ASKES. Tentunya karena dulu saya orangnya sibuk malas.

Memang kita tidak pernah berharap akan menggunakan kartu BPJS tersebut kecuali buat reimburse kaca mata lumayan juga  tapi kan tidak ada salahnya berjaga-jaga. Seperti sedia payung sebelum hujan.

Setelah tahu syarat-syarat yang dibutuhkan, saya bergegas ke kantor BPJS terdekat. Syarat-syarat yang saya bawa di antaranya :¬† Continue reading →

[Tips] Sukses Berebut Tiket Mudik Lebaran

Setiap orang punya perbedaan pilihan moda transportasi untuk mudik menjelang Lebaran. Saya sejak belum berkeluarga lebih memilih menggunakan kereta api karena tempat tinggal saya tidak ada landasan pesawat komersial. Merasa lebih nyaman saja menggunakan moda transportasi beroda besi itu. Apalagi jika dibandingkan dengan bus atau mobil pribadi yang sama-sama lewat jalur darat.

Saya pernah pulang kampung menggunakan bus saat masih berstatus mahasiswa di Jogjakarta. Dan kapok karena waktu dibutuhkan bisa hampir 6 jam padahal jika menggunakan kereta api cuma 3,5 jam. Bakal berapa jam kalo saya mudik dari Bekasi ke rumah? Pun saya juga pernah mudik menggunakan mobil pribadi saat mudik bersama kakak yang sampe rumah menghabiskan waktu hampir 24 jam padahal normalnya cuma 9 jam-an.¬† Continue reading →