Ngga kerasa banget udah masuk 2012 tahun di mana suku Maya (bukan, bukan mantan istrinya Ahmad Dhani) pernah meramalkan akan terjadi kiamat yang belakangan ramalan kiamat itu malah dibatalkan. Oh, terserah deh. Dan yang jelas di postingan ini gue ga bakalan ngomongin kiamat. Biarlah gue ngomongin yang lebih penting saja misalnya, kapan gue nikah? #kesitulagi.
Ngomongin nikah, ternyata tahun 2011 kemarin ditutup dengan pernikahan sepupu, saudara masa kecil yang akhirnya bisa ketemu lagi pas masa kuliah bahkan kami satu kosan. Tepatnya 30 Desember 2011 dia akhirnya mengucap ijab kabul di depan penghulu di sebuah mesjid depan rumah sang mempelai wanita. Entah kenapa gue merasa terharu di prosesi mereka. Mungkin karena kedekatan tak tertulis di antara kami. Atau karena gue ngerasa, kok gue dilewatin yang punya pacar duluan kan gue. Pacar siapa, Rud? *mainan ikan Piranha di akurium*
Di pernikahan itu pun gue dikejutkan dengan kedatangan sahabat lama yang hampir 5 tahun ga ketemu. Dia teman satu kos juga dan sudah beberapa kali main ke rumah ketika masa berlibur. Pernah ketika kami baru nyampe rumah, malamnya dia dapat telepon, ibunya meninggal. Rencana senang-senang liburan berubah menjadi duka cita. Mewek lagi, kan. *elap ingus*
Dia datang membawa pasangan. IYA PASANGAN!! Gue shock. Tampar-tampar pipi memastikan itu bukan hanya mimpi, seorang dia bisa punya pacar? Semakin meyakinkan tahun 2012 beneran kiamat *semoga temen gue itu ga pernah baca tulisan ini, hihi* Gue inget banget kita yang sebagai teman sempat geregetan karena ketidakberaniannya ngomong, “aku suka sama kamu” ke cewek gebetannya semasa kuliah dan sok tegar, “dia lebih cocok sama orang lain.” eh sekarang bawa seseorang yang katanya mau diseriusin sampe jenjang lebih serius selanjutnya. Kampret! *eh.
Hal yang lebih kampret lagi di acara nikahan kayak gini tentunya pertanyaan, “Rudy kapan nyusul?” Terlebih jelas-jelas gue dateng sendiri (which is cuma dateng sama keluarga, bukan calon seperti yang dibawa sohib gue itu) maka pertanyaan tadi makin nyaring terdengar. Ga mungkin juga gue jawab, “eh om tante liat itu ada Singa terbang masaaa….” Senyum doang juga ga menyelesaikan masalah. Jadi, gue jawab, “Insya Allah tahun depan minta doanya saja.” Dan mereka mengamini. See, makin didoain banyak orang katanya makin terkabul kan? Amiin.
